MODEL PENGAJARAN APREASIASI PUISI DENGAN KAJIAN SEMIOTIK MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Posted by admin on July 4 2008 one Commented

Studi eksperimen di SMP Al-Muhajirin Purwakarta)
oleh
Yayah Churiyah

Tesis ini berjudul Model Pengajaran Apresiasi Puisi dengan Kajian Semiotik Melalui Pendekatan Keterampilan Proses. Salah satu puisi yang dijadikan sampel adalah puisi Ia Telah Pergi. Adapun masalah dan tujuan yang ingin dikaji di dalam penelitian ini (1) unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam puisi “Gerilya” berdasarkan kajian semiotik, (2) kegiatan guru dan siswa di dalam proses belajar mengajar apresiasi puisi yang menggunakan model pengajaran semiotika melalui pendekatan keterampilan proses (3) dapat atau tidaknya model semiotika dalam pengkajian apresiasi puisi melalui pendekatan keterampilan proses meningkatkan pengajaran apresiasi puisi.

Metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah metode deskriptif-analitis dan metode eksperimen. Model pengajaran ini digunakan sebagai sebuah pola KBM yang dapat digunakan guru dalam pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah-sekolah, khususnya di SMP. Model ini didasarkan pada model pengajaran yang dikembangkan oleh Richard suchman yaitu Model Latihan Inkuiri. Model ini dikembangkan untuk mengajarkan cara-cara atau proses mengkaji dan menjelaskan apa-apa yang terkandung di dalam puisi.

Data penelitian diperoleh dari proses belajar mengajar dan dari hasil belajar mengajar. Data yang diperoleh dari proses belajar mengajar, berupa kegiatan siswa di dalam pengkajian semiotik melalui pendekatan keterampilan proses selama pengajaran berlangsung. Adapun hasil belajar diperoleh data berupa kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi berdasarkan hasil tes setelah pengajaran berlangsung.

Berdasarkan hasil analisis data, proses belajar mengajar memperlihatkan adanya keterlibatan siswa. Hal ini diperlihatkan dengan perilaku mereka di dalam membaca, mengkaji, menyampaikan informasi dan menanggapi informasi lain tampak di dalam kegiatan diskusi kelompok dan diskusi kelas.

Dari analisis hasil belajar menunjukkan bahwa pada kelas kontrol hasil pretes dan postes tidak menunjukkan perbedaan antara kemampuan siswa sebelum dan setelah mengikuti proses belajar mengajar. Rata-rata kemampuan awalnya 12,58 dan kemampuan akhirnya 12,63. Sedangkan pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan mereka antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan, terdapat peningkatan. Rata-rata kemampuan awalnya 12,35 dan kemampuan akhir 15,70. Dari hasil pengujian dua rata-rata postes menggunakan rumus uji t diperoleh angka sebesar 5,949. Dengan nilai t hitung sebesar 5,949 yang berarti lebih besar dari nilai t tabel sebesar 2.021, maka hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi pada kelas yang menggunakan model semiotik dalam pengajaran puisi melalui pendekatan keterampilan proses dengan kelas yang tidak menggunakan model analisis dan model pengajaran tersebut diterima. Dengan demikian penerapan Model Semiotik dalam Pengajaran Puisi melalui Pendekatan Keterampilan Proses efektif dalam meningkatkan kemampuan apresiasi puisi bagi siswa SMP.

Comments are closed.