PENGEMBANGAN MODEL UJIAN NASIONAL BERDASARKAN PENDEKATAN LITERASI

Posted by admin on July 4 2008 Add Comments

(Kajian Tentang Struktur Soal Dan Daya Serap Siswa Smp/Mts Dan Sma/Ma Di Jawa Barat Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Ujian Akhir Nasional 2004)

Studi ini membahas pengembangan model ujian nasional berdasarkan pendekatan literasi sebagai bagian dari hasil kajian terhadap Ujian Akhir Nasional (UAN) 2004 di Provinsi Jawa Barat dan daya serap materi soal mata pelajaran bahasa Indonesia oleh siswa SMP/MTs dan SMA/MA. Dalam menganalisis materi soal UAN, studi ini menggunakan perspektif pendekatan literasi, yaitu analisis struktur soal, jenis teks yang diujikan, kompetensi yang terdapat dalam masing-masing soal, dan konteks wacana yang ada dalam materi soal. Studi ini juga meneliti perbedaan antara daya serap materi soal yang tinggi dan yang rendah pada siswa di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil analisis struktur soal dan daya serapnya serta perbandingan dengan Programme for International Student Assessment (PISA) dan Progress in International Reading Literacy Studies (PIRLS), studi ini bertujuan untuk menyusun sebuah model ujian nasional berdasarkan pendekatan literasi.

Untuk mencapai tujuan di atas, dilakukan analisis terhadap struktur dan kualitas soal, baik untuk jenjang SMP/MTs maupun SMA/MA untuk semua program studi (IPA, IPS, dan Bahasa). Soal itu terdiri atas tiga jenis, yaitu soal untuk SMP dan MTs, SMA/MA program IPA/IPS, dan SMA/MA program Bahasa. Masing-masing jenis soal itu dibagi lagi menjadi masing-masing tiga variasi paket soal. Daya serap siswa terhadap materi soal untuk masing-masing jenis dan paket soal ini kemudian dianalisis dan dibandingkan pencapaiannya di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Hasil penelitian terhadap materi soal UAN 2004 menunjukkan bahwa soal UAN SMP/MTs dan SMA/MA – kendati sudah dibuat sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan telah melalui uji mutu yang baik – masih menggunakan struktur soal berkelanjutan. Sejalan dengan struktur soal di atas, jenis soal tekstual juga mendominasi hampir keseluruhan soal UAN. Soal yang menguji kompetensi konten masih mendominasi soal UAN 2004 dibandingkan dengan soal-soal yang menguji kompetensi proses dan konteks.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa daya serap siswa SMP/MTS dan SMA/MA di kabupaten/kota di Jawa Barat terhadap soal kompetensi konten lebih rendah dibandingkan dengan kompetensi proses dan konteks. Hal ini memberikan indikasi bahwa para siswa di Jawa Barat lebih cenderung dapat menguasai soal-soal berkenaan dengan proses berpikir daripada soal-soal pengetahuan kebahasaan yang disajikan dalam konteks yang lebih beraneka ragam.

Berdasarkan hasil perbandingan dengan PISA, studi ini merekomendasikan model ujian akhir dengan mempertimbangkan tingkat literasi, kompetensi yang diujikan, struktur dan jenis teks, konteks soal, dan jenis pertanyaan sesuai dengan pendekatan literasi dan konsep pembelajaran berbasis kompetensi.

Hasil studi ini diharapkan dapat memberi masukan terhadap pelaksanaan ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia di masa yang akan datang. Secara teoretis, studi ini merekomendasikan penggunaan pendekatan literasi dalam menetapkan standar kompetensi dalam tujuan kurikulum, bahan ajar, dan proses pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum. Pada praktiknya, hasil studi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pengambil keputusan dalam pendidikan bahasa Indonesia, guru, penyelenggara program studi, dan peneliti bahasa Indonesia.

Comments are closed.