MODEL RECIPROCAL TEACHING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS

Posted by admin on July 4 2008 Add Comments

(Studi Kuasi Eksperimen dalam Pembelajaran Menulis Narasi di SMPN 27 Bandung)

Tesis ini berjudul Model Reciprocal Teaching dalam Pembelajaran (Studi Kuasi Eksperimen dalam Pembelajaran Menulis Narasi di Kelas I SMPN 27 Bandung) Sample dalam penelitian ini adalah kelas I A (kel.Eksperimen) dan I E (kel. Kontrol) SMPN 27 Bandung. Adapun masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1)  Seberapa besar perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dalam menulis narasi dengan menerapkan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching dibandingkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional? (2) Apakah kualitas pembelajaran menulis narasi dalam kelas Reciprocal Teaching berlangsung lebih baik dibandingkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional? (3) Apakah penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa  dalam pembelajaran menulis narasi lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konven-sional?

Metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah metode kuasi eksperimen dengan pretes-postes control group dsign. Model pembelajaran yang digunakan adalah reciprocal Teaching. Model ini didasarkan pada model pengajaran yang disampaikan Arends yakni suatu prosedur pengajaran atau pendekatan yang dirancang untuk mengajarkan kepada siswa memahami bacaan dengan baik. Reciprocal teaching mengacu kepada sekumpulan kondisi belajar yang menempatkan anak untuk mengalami sekumpulan kegiatan kognitif tertentu dan secara perlahan melakukan fungsi-fungsi itu sendiri.

Data penelitian diperoleh dari proses dan hasil belajar. Data dari proses berupa kegiatan siswa sedangkan data hasil berupa kemampuan siswa menulis karangan narasi baik sebelum maupun sesudah perlakuan pembelajaran baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.

Berdasarkan hasil analisis data, pembelajaran memperlihatkan keterlibatan siswa. Hal ini tampak pada kegiatan siswa dalam mengkaji berbagai aspek penulisan sebuah narasi.

Dari analisis hasil belajar menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen ada perbedaan kemampuan antara sebelum dan sesudah perlakuan pembelajaran. Kemampuan tersebut berupa pengungkapan gagasan atau isi, organisasi, kosa kata, bahasa, dan penulisan. Kelima aspek kemampuan tersebut rata-rata meningkat cukup signifikan. Secara keseluruhan skor pada pretes rata-rata 62,43 sedangkan setelah perlakuan pembelajaran meningkat menjadi 83,46. hal itu dapat dikatagorikan  dari berkemampuan sedang menjadi berkemampuan baik. Pada kelas kontrol nilai sebelum dan sesudah perlakuan bervariasi. Artinya, ada kasus ada subjek yang nilainya meningkat dan ada pula yang menurun pada aspek-aspek tertentu. Namun, secara keseluruhan skor pada kelompok kontrolpun meningkat tapi tidak signifikan. Skor pretes rata-rata 66,71 meningkat menjadi 68,34 berartikenaikannya hanya 1,63. Dengan demikian pembelajaran menulis dengan model reciprocal teaching cukuf efektif karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi.

Comments are closed.