PERBANDINGAN KONVENSI STRUKTUR DAN MAKNA NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE DAN NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA

Posted by admin on July 4 2008 Add Comments

Penelitian ini berjudul “Perbandingan Konvensi Struktur dan Makna Novel Belenggu Karya Armijn Pane dan Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA.”

Tujuan penelitian adalah ingin memperoleh deskripsi yang objektif mengenai perbandingan konvensi struktur dan makna antara novel Belenggu dan novel Bekisar Merah berdasarkan unsur intrinsik, ekstrinsik, persamaan, perbedaan, makna nilai-nilai yang terdapat dalam novel, penyebab terjadinya persamaan, perbedaan dan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode deskriptif-komparatif.

Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis keadaan objek yang diteliti,  serta menguraikan aspek-aspek yang dijadikan pusat perhatian penelitian, yakni konvensi struktur dan makna kedua novel tersebut. Metode komparatif digunakan untuk menyelidiki persamaan dan perbedaan pada kedua novel tersebut sebagai sumber data.

Hasil penelitian berdasarkan pendeskripsian dan analisis dari kedua novel sebagai berikut.

Tema konflik rumah tangga yang diakibatkan munculnya orang ketiga hanya pada novel Belenggu lebih menekankan persamaan hak kaum perempuan dengan kaum laki-laki.

Alur terdapat persamaan berdasarkan rangkaian peristiwa secara logis, berpola hubungan sebab-akibat disusun dengan mengikuti tahap-tahap berupa tahap awal-tengah-akhir. Struktur diawali dengan peristiwa-peristiwa diikuti dengan konflik dan diakhiri dengan klimaks. Konflik rumah tangga memuncak dikarenakan munculnya orang ketiga. Teknik penyelesaian mengakhirinya dengan cara membiarkan para tokohnya untuk menentukan nasibnya masing-masing. Latar yang digunakan nyata misalnya hotel, rumah, sungai, bioskop, kota Jakarta, Bandung, Surabaya, kebun kelapa, jalan-jalan, warung.

Kedua novel tersebut tergolong novel psikologis alasannya dalam alur cerita peristiwa-peristiwa yang terjadi bersifat konflik kejiwaan.

Gaya penceritaan kedua pengarang novel tersebut berbeda bila dilihat dari sudut pandang yaitu novel Belenggu mengawali penceritaan menggunakan bahasa yang padat dan simpel sedangkan pada novel Bekisar Merah mengawali penceritaan pengarang menggunakan gaya penceritaan kalimatnya menarik, indah sehingga terkesan lebih hidup dan naturalis.

Comments are closed.