PENGEMBANGAN MODEL MEMBACA CEPAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PRESTASI SISWA KELAS VII SMPN 2 KOTA BANDUNG

Posted by admin on July 4 2008 Add Comments

Penelitian Tindakan Kelas terhadap Kemampuan Pemahaman Bacaan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kota Bandung

Pengembangan Model Membaca Cepat dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMPN 2 Kota Bandung. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom research) pada siswa kelas VII G SMPN 2 Kota Bandung tahun 2004/2005.

Secara umum penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi masyarakat dan berdasarkan laporan penelitian para ahli yang menyatakan lebih rendahnya kualitas pendidikan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara tetangganya. Bahkan lebih tegas lagi dinyatakan bahwa mutu lulusan tidak atau tidak laku dipakai di lapangan kerja. Hal ini, sangat meresahkan masyarakat dan menjadi masalah negara kita yang belum teratasi. Masalah ini muncul salah satunya diakibatkan oleh adanya gejala bahwa mereka kurang melakukan kegiatan membaca, yang berlatih membaca belum bisa memahami isi bacaannya, dan belum bisa bernalar dengan baik.

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pengembangan membaca cepat. Dengan adanya model pengembangan membaca cepat ini diharapkan siswa SMP dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan prestasi belajarnya. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan mengambil sampel siswa kelas VII SMPN 2 Kota Bandung. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama enam minggu.

Langkah kerja model ini berupa cara melatih membaca cepat, tanpa suara, tanpa gerakan bibir, dan memahami 75% isi bacaan, latihan memperluas jangkauan mata, dan latihan konsentrasi. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman.

Pelaksanaan pengembangan model ini berjalan baik. Siswa mengikutinya dengan penuh perhatian dan tekun, walaupun ada di antaranya yang mengalami kejenuhan karena dihadapkan pada bacaan-bacaan apalagi waktu konsentrasi.

Hasil pemahaman dari pengembangan model ini dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan analisis maka didapat simpulan sebagai berikut.

  1. Pengembangan model membaca cepat dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat hasil peningkatan pretes dan postes, yaitu 5,575 bisa menjadi 8,1.
  2. Hasil angket menyatakan bahwa 38 orang siswa atau 95 % mengaku menyukai cara membaca ini. Cara belajar mereka merasa termotivasi oleh cara ini. Pernyataan tersebut mereka tunjukkan pada hasil tindakan dalam setiap siklus dan hasil prestasinya.
  3. Model membaca cepat yang diujikan ini memang membutuhkan tindakan yang variatif supaya tidak menjadikan siswa jenuh.
  4. Model ini bisa diterapkan di SMP untuk dapat memotivasi siswa dalam belajar dan meningkatkan prestasi belajarnya. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil uji yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai tes awal yang belum diberi perlakuan dengan rata-rata nilai tes akhir yang telah diberi perlakuan.

    Comments are closed.